Macam Jenis Rumah Adat Bali Bergaya Unik dan Keren

Jenis Rumah Adat Bali - Selain terkenal dengan upacara adat dan berbagai pertunjukannya serta pakaian adat bali, ternyata Bali juga memiliki rumah adat yang begitu unik dan sarat nilai budaya.

Jenis Rumah Adat Bali Unik

Setiap detail arsitekturnya terlihat eksotis, membuat rumah adat Bali tampil memukau dengan karakter khas yang sulit ditemukan di daerah lain.

Sekilas, bentuk rumah adat di Bali memang tampak serupa. Namun sebenarnya, ada banyak jenis rumah adat yang memiliki fungsi serta ciri arsitektur berbeda.

Ingin tahu apa saja ragamnya? Yuk, kita temukan penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Tentang Rumah Adat Bali, Fungsi, dan Daya Tariknya!

Rumah adat Bali adalah salah satu wujud kekayaan budaya Indonesia yang sangat menonjol berkat bentuknya yang khas dan penuh makna.

Setiap unsur bangunannya di buat mengikuti aturan turun-temurun yang berhubungan dengan kepercayaan dan filosofi hidup masyarakat Bali. Tidak heran jika rumah adat Bali terasa nyaman dihuni dan memiliki nilai spiritual yang kuat.

Dalam kehidupan masyarakat Bali, fungsi rumah adat tidak hanya dijadikan sebagai tempat tinggal atau rumah huni.

Setiap bangunan di dalam pekarangan nyatanya memiliki peran berbeda yang di tentukan oleh posisi, ukuran, hingga desain arsitekturnya.

Dengan mengikuti pakem tersebut, rumah adat Bali mampu menghadirkan ruang yang harmonis untuk beraktivitas, beribadah, hingga menerima tamu dengan penuh penghormatan.

Daya tarik rumah adat Bali semakin terasa ketika melihat detail arsitektur yang unik di setiap sudutnya mulai dari struktur bangunan, penataan ruang, hingga ukiran khas yang menghiasi bagian-bagian tertentu.

Salah satunya adalah Pepatran, yaitu motif ukiran bunga patra sari yang sering ditemui pada tiang, balok, atau bidang sempit lainnya.

Bukan hanya menonjolkan keindahan visual, rumah adat Bali juga dirancang untuk menawarkan fungsi dan kenyamanan bagi penghuninya.

Penataannya bahkan mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan keluarga, kenyamanan tamu, dan kepentingan ibadah sehingga menciptakan lingkungan yang menyatu dengan budaya dan tradisi setempat.

Ciri-Ciri Rumah Adat Bali

Rumah adat Bali memiliki ciri khas yang sangat mudah dikenali karena setiap bagiannya mengikuti aturan dan konsep tradisional.

Dalam proses pembangunannya, masyarakat Bali biasanya menerapkan Pola Sang Mandala atau Konsep Nata, penataan ruang yang mengutamakan keseimbangan, keselarasan, dan nilai-nilai spiritual. 

Tidak hanya bentuknya, material yang digunakan pun dipilih dengan cermat, mulai dari bahan utama hingga detail ornamen yang menghiasinya.

Secara umum, rumah adat Bali memanfaatkan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan. Atapnya banyak menggunakan bentuk limasan atau segitiga yang menjadi ciri khas arsitektur tradisional setempat.

Keberadaan rumah adat ini termasuk dalam kategori arsitektur lokal yang hanya ditemukan di wilayah tertentu.

Bahkan, banyak di antaranya yang telah di akui sebagai heritage architecture sehingga penting untuk di lestarikan dan dijaga keberadaannya.

Selanjutnya jika sobat sudah merasa puas mengunjungi semua macam jenis rumah adat di bali, maka bisa lanjut kunjung di Shooters Bali : Tempat Hiburan Keluarga dan Anak Muda Terpopuler di Seminyak!.

9 Macam Jenis Model Rumah Adat Bali, Unik dan Keren!

1. Lumbung

Lumbung Rumah Adat Bali untuk Menyimpan Bahan Pangan
inakoran.com

Lumbung merupakan salah satu bangunan tradisional di Bali yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan pangan. Meski sekilas mirip dengan Klumpu Jineng, perannya jauh lebih luas.

Jika Klumpu Jineng khusus digunakan untuk menyimpan hasil panen seperti gabah, maka Lumbung dapat digunakan untuk menyimpan berbagai kebutuhan pokok, seperti:

  • beras,
  • jagung,
  • hingga sayur-sayuran.

Ukuran bangunan lumbung umumnya tidak terlalu besar dan biasanya ditempatkan terpisah dari rumah utama.

Penempatannya yang terisolasi ini bertujuan menjaga kualitas bahan makanan sekaligus mempertahankan tradisi penyimpanan yang sudah dilakukan turun-temurun.

2. Pawarengan

Pawarengan Rumah Adat Bali Tempat Memasak dan Menyimpan Peralatan Dapur
indonesia.travel

Pawarengan adalah dapur tradisional yang menjadi bagian penting dalam rumah adat Bali. Di sinilah aktivitas mengolah dan menyiapkan makanan dilakukan dengan cara-cara yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain sebagai tempat memasak, Pawarengan juga berfungsi menyimpan berbagai bahan serta perlengkapan dapur.

Struktur Pawarengan umumnya terdiri dari dua area utama: satu ruang khusus untuk kegiatan memasak dan satu ruang lainnya untuk menyimpan peralatan dapur.

Penempatannya pun tidak dilakukan sembarangan. Pawarengan biasanya berada di sisi barat laut atau selatan pekarangan rumah, mengikuti aturan tata ruang tradisional Bali.

3. Bale Gede

Bale Gede Rumah Adat Bali Ruang Upacara Tradisional
baliprov.go.id

Bale Gede merupakan salah satu bangunan paling penting dalam rumah adat Bali. Sesuai namanya, bangunan ini memiliki ukuran paling besar dibandingkan bagian rumah lainnya.

Umumnya, Bale Gede dibuat berbentuk persegi panjang dan ditopang oleh 12 tiang utama. Ruang yang luas ini, bertujuan untuk menampung berbagai kebutuhan saat upacara adat berlangsung.

Di dalam Bale Gede, masyarakat dapat berkumpul, menyajikan hidangan khas, hingga melaksanakan prosesi seperti membakar sesaji.

Karena memiliki fungsi yang sangat sakral, Bale Gede biasanya dibangun pada posisi yang lebih tinggi dari bangunan lain sebagai bentuk penghormatan dan penjagaan nilai spiritual.

4. Pura Keluarga

Pura Keluarga Rumah Adat Bali Tempat Ibadah Keluarga

Dalam kehidupan masyarakat Bali yang dikenal religius, setiap rumah umumnya memiliki area khusus untuk beribadah.

Bagian inilah yang disebut Pura Keluarga, yaitu tempat suci yang digunakan untuk bersembahyang dan menjalankan berbagai ritual keagamaan. Ukurannya dapat berbeda-beda, menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan pemilik rumah.

Pura Keluarga biasanya dibangun di bagian timur laut pekarangan, mengikuti aturan tata ruang tradisional Bali yang sarat makna spiritual.

Selain digunakan sebagai tempat berdoa, Pura Keluarga juga sering berfungsi sebagai bangunan Pamerajan atau Sanggah, yang menjadi pusat kegiatan keagamaan keluarga.

5. Klumpu Jineng

Klumpu Jineng Rumah Adat Bali Penyimpanan Hasil Panen
99.co

Klumpu Jineng adalah lumbung tradisional yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil panen, terutama gabah.

Masyarakat Bali telah lama menggunakannya karena bentuknya sangat sesuai dengan kondisi pertanian setempat.

Bangunan ini juga, biasanya memiliki atap dari jerami kering dan dibuat pada posisi yang lebih tinggi dari tanah.

Struktur yang di tinggikan tersebut, bertujuan menjaga kualitas gabah agar tetap kering dan terhindar dari jamur. Pengaturan sirkulasi udara juga di perhatikan agar kelembapan dapat di kendalikan.

Seiring perkembangan zaman, Klumpu Jineng modern kini mulai dibuat menggunakan material seperti semen, pasir, dan batu bata, namun tetap mempertahankan konsep tradisionalnya.

6. Bale Sekapat

Bale Sekapat Rumah Adat Bali Ruang Keluarga Tradisional
propertyklik.com

Bale Sekapat adalah salah satu bagian rumah adat Bali yang terlihat sederhana, biasanya berbentuk gazebo dengan empat tiang penyangga dan atap pelana khas.

Bangunan ini di fungsikan sebagai ruang keluarga, tempat anggota keluarga berkumpul dan berinteraksi sehari-hari.

Umumnya pembuatan Bale Sekapat bertujuan untuk memperkuat hubungan harmonis dalam keluarga dengan menyediakan ruang untuk bersantai dan menghabiskan waktu bersama.

Ukurannya juga, biasanya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga, sehingga fungsinya tetap nyaman dan praktis.

7. Bale Dauh

Bale Dauh Rumah Adat Bali Tempat Menerima Tamu dan Tidur Remaja
perwakilan.baliprov.go.id

Bale Dauh, adalah bangunan rumah adat Bali yang berfungsi sebagai ruang untuk menerima tamu. 

Pada umumnya bale dauh memiliki bentuk persegi panjang dan memiliki tiang penyangga dengan jumlah yang bervariasi yang mana tiap jumlah tiang memiliki sebutan khusus, misalnya tiang sembilan di sebut Sangasari.

Posisi Bale Dauh biasanya terletak di sisi barat rumah utama, tidak tepat di sudut, dengan lantai yang relatif rendah.

Selain menjadi tempat menyambut tamu, bangunan ini juga kerap di manfaatkan sebagai area tidur bagi anak remaja laki-laki dalam keluarga.

8. Aling-aling

Aling-aling Rumah Adat Bali Pembatas Privasi dan Area Dalam
lh3.googleusercontent.com

Aling-aling adalah elemen rumah adat Bali yang berfungsi sebagai pembatas. Biasanya berupa batur setinggi sekitar 150 cm, Aling-aling di posisikan untuk memisahkan area luar rumah dengan bagian angkul-angkul atau teras depan.

Selain itu, beberapa rumah juga menempatkan Aling-aling sebagai batas antara angkul-angkul dan area tempat ibadah.

Fungsi utamanya adalah menjaga privasi dan keamanan penghuni, sekaligus menjadi elemen arsitektur yang menambah estetika tradisional rumah adat Bali.

9. Angkul-angkul

Angkul-angkul Rumah Adat Bali Gerbang Utama dengan Ukiran
kbsdigital.co.id

Angkul-angkul adalah pintu gerbang utama rumah adat Bali yang terletak di bagian depan bangunan. Bentuknya mirip dengan Candi Bentar, dihiasi ukiran-ukiran yang indah dan penuh makna tradisional.

Fungsi utama Angkul-angkul adalah sebagai akses masuk ke rumah, sehingga biasanya dilengkapi atap pelindung.

Pada awalnya, atap ini terbuat dari rumput kering, namun seiring perkembangan zaman kini diganti dengan genteng agar lebih tahan lama dan tetap mempertahankan nilai estetika tradisional.

Kesimpulan

Rumah adat Bali tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan filosofi kehidupan masyarakatnya.

Setiap bagian rumah, mulai dari Lumbung, Pawarengan, Bale Gede, Pura Keluarga, Klumpu Jineng, Bale Sekapat, Bale Dauh, Aling-aling, hingga Angkul-angkul, memiliki fungsi khusus dan nilai estetika tersendiri.

Arsitektur yang unik, penggunaan bahan alami, dan ukiran khas menjadikan rumah adat Bali tampil memukau serta nyaman untuk ditempati.

Kehadiran berbagai jenis rumah adat ini menunjukkan bagaimana masyarakat Bali menjaga tradisi sekaligus menghadirkan fungsi praktis dalam kehidupan sehari-hari. =

Dengan desain yang harmonis dan tata ruang yang mengikuti pakem, rumah adat Bali tidak hanya menonjol secara visual, tetapi juga menjadi simbol keharmonisan keluarga, spiritualitas, dan budaya lokal yang patut di lestarikan.