8 Langkah Cara Aci Dinding Lama Kering Supaya Hasil Tidak Retak
Langkah Cara Aci Dinding Kering - Saat proses membangun rumah, ada satu tahapan penting yang sering dianggap sepele, padahal sangat menentukan hasil akhir tampilan dinding, yaitu proses mengaci.
Dinding yang diaci dengan benar hasilnya akan terlihat lebih rapi, halus, dan siap untuk tahap finishing selanjutnya.
Namun, bagaimana jika dinding tersebut sudah lama kering ? Apakah masih bisa di aci dengan hasil yang maksimal dan tidak retak?
Property People, proses pembangunan rumah memang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
Setiap tahap harus dilakukan secara berurutan dan teliti, mulai dari struktur hingga finishing. Salah satu tahap finishing akhir yang krusial adalah mengaci dinding.
Mengacu pada KBBI, mengaci adalah proses menghaluskan plesteran dinding menggunakan campuran semen dan air.
Proses ini berfungsi untuk menutup pori-pori plesteran agar permukaan tembok menjadi lebih rata dan siap di cat tembok anti air.
Seperti dilansir dari aquaproof.co.id, pengacian dinding berperan besar dalam menciptakan tampilan hunian yang rapi dan tahan lama.
Sayangnya, masih banyak orang yang melakukan kesalahan saat mengaci, terutama ketika dinding sudah dalam kondisi lama kering.
Tak sedikit yang beranggapan bahwa mengaci tembok kering itu sulit dan hasilnya rentan retak. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Dengan teknik yang tepat, pemilihan bahan yang sesuai, serta langkah pengerjaan yang benar, dinding yang sudah lama kering tetap bisa diaci dengan hasil kuat, halus, dan tidak mudah retak.
Lalu, bagaimana cara mengaci dinding yang sudah kering agar hasilnya maksimal dan awet?
Simak penjelasan lengkapnya dalam 7 Cara Aci Dinding yang Sudah Kering Supaya Hasil Tidak Retak berikut ini, dirangkum dari YouTube Tukang Rumah Channel dan berbagai sumber terpercaya.
7 Cara Aci Dinding Yang Sudah Lama Keringnya, Mudah dan Cepat!
1. Persiapan Bahan Acian
Langkah awal yang tidak boleh diabaikan dalam cara aci dinding yang sudah kering agar tidak retak adalah menyiapkan bahan acian dengan komposisi yang tepat.
Persiapan ini sangat berpengaruh terhadap daya rekat, kehalusan permukaan, serta ketahanan acian dalam jangka panjang.
Untuk hasil maksimal, gunakan dua jenis skim coat, yaitu skim coat kasar sebagai lapisan acian pertama dan skim coat halus sebagai lapisan finishing.
Skim coat kasar berfungsi sebagai dasar agar acian menempel kuat pada dinding yang sudah lama kering.
Campurkan skim coat kasar dengan air sekitar 40 persen ke dalam wadah bersih, lalu aduk hingga membentuk adonan menyerupai pasta. Pastikan tidak ada gumpalan agar hasil acian lebih rata dan mudah diaplikasikan.
Kekentalan adonan bisa disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Jika adonan terasa terlalu encer, tambahkan skim coat sedikit demi sedikit hingga mencapai konsistensi yang pas.
Adonan yang tepat akan memudahkan proses pengacian dan meminimalkan risiko retak setelah kering.
2. Bersihkan Tembok
Pada tahap ini, pastikan kondisi dinding yang sudah lama kering benar-benar bersih sebelum proses pengacian dimulai.
Membersihkan tembok merupakan langkah penting dalam cara aci dinding kering agar hasilnya tidak retak dan dapat menempel dengan sempurna.
Gunakan sapu atau sikat halus untuk menyapu seluruh permukaan dinding, terutama pada bagian yang berdebu, berpasir, atau masih terdapat sisa-sisa plesteran. Debu dan kotoran yang menempel dapat mengurangi daya rekat acian.
Dengan permukaan tembok yang bersih, adonan acian akan lebih mudah menempel, hasilnya lebih rata, dan risiko acian mengelupas atau retak setelah kering pun bisa diminimalkan.
3. Siram Dinding dengan Air
Sebelum proses pengacian dimulai, sebaiknya permukaan dinding yang sudah lama kering disiram air terlebih dahulu.
Langkah ini memang terlihat sederhana, tetapi memiliki peran penting dalam cara aci dinding kering agar hasilnya tidak retak.
Dinding yang terlalu kering dapat menyerap air dari adonan acian secara cepat, sehingga semen tidak menempel dengan sempurna. Akibatnya, acian berisiko mudah retak atau mengelupas setelah mengering.
Oleh karena itu, basahi seluruh permukaan dinding secara merata menggunakan air secukupnya. Pastikan dinding dalam kondisi lembap, bukan sampai tergenang air, agar daya rekat acian lebih optimal.
Meski begitu, perlu diketahui bahwa langkah ini bersifat opsional. Beberapa produk semen atau skim coat khusus acian sudah diformulasikan agar bisa langsung diaplikasikan tanpa perlu penyiraman terlebih dahulu.
4. Aplikasikan Semen Acian Pertama
Setelah dinding siap, langkah selanjutnya dalam cara aci dinding yang sudah kering agar tidak retak adalah mengaplikasikan lapisan acian pertama.
Gunakan roskam besi untuk meratakan adonan acian secara menyeluruh pada permukaan tembok.
Pada tahap ini, acian tidak perlu diaplikasikan terlalu tebal. Yang terpenting, lapisan pertama menutup seluruh permukaan dinding secara merata karena nantinya akan dirapikan kembali pada proses acian tahap kedua.
Lakukan pengacian secara bertahap dan biarkan lapisan pertama mengering sekitar 30 menit. Waktu ini cukup untuk membuat acian mulai mengikat sehingga hasilnya lebih rapat dan dapat mengurangi risiko retak saat proses finishing dilakukan.
5. Lakukan Acian Kedua
Setelah lapisan acian pertama mengikat dengan baik, langkah berikutnya dalam cara aci dinding yang sudah kering supaya hasil tidak retak adalah dengan melakukan acian tahap kedua.
Tahapan acian kedua ini berfungsi sebagai lapisan akhir yang menentukan tingkat kehalusan dan kerapian pada dinding.
Siapkan kembali adonan acian dengan komposisi yang sama seperti sebelumnya, lalu aplikasikan secara tipis dan merata.
Pada tahap ini, ketebalan tidak di perlukan karena fokus utamanya, adalah dengan meratakan dan menyempurnakan permukaan dinding.
Gunakan roskam besi dan lakukan gerakan acian secara konsisten dan profesional, baik secara vertikal maupun horizontal.
Teknik ini membantu menghasilkan permukaan dinding yang lebih halus, padat, dan siap untuk tahap pengecatan tanpa risiko retak.
6. Haluskan dengan Kertas Semen
Property People, setelah seluruh proses acian selesai dan dinding mulai mengering, pastikan permukaannya sudah terlihat rata dan menyatu.
Tahap penghalusan ini menjadi langkah penting dalam cara aci dinding yang sudah kering supaya hasil akhirnya tidak retak dan tampak lebih rapi.
Apabila masih ditemukan bagian acian yang kurang halus, terutama pada area sambungan atau sudut dinding, kamu bisa menggosoknya secara perlahan menggunakan kertas semen. Lakukan dengan tekanan ringan agar permukaan tidak terkelupas.
Proses ini bertujuan untuk meratakan tekstur acian, menghilangkan bagian yang kasar, serta menghasilkan permukaan dinding yang lebih halus, bersih, dan siap untuk tahap pengecatan.
7. Dinding Siap Dilakukan Proses Pengecatan
Setelah seluruh tahapan cara aci dinding yang sudah kering selesai dilakukan, kini dinding siap masuk ke tahap akhir, yaitu proses pengecatan yang baik dan benar.
Jadi, pada fase ini hasil dari kerja acian tembok yang rapi akan sangat menentukan tampilan akhir dinding.
Sebelum mulai mengecat, pastikan permukaan dinding sudah benar-benar kering, halus, dan rata. Kondisi ini penting agar cat tidak belang dan dapat menempel dengan baik dan menghasilkan warna yang merata.
Property People, untuk hasil maksimal, sebaiknya proses pengecatan di lakukan setidaknya satu hari setelah acian benar-benar kering.
Dengan begitu, cat akan lebih mudah menyerap sempurna, tidak mudah mengelupas, dan tampilan dinding terlihat lebih rapi serta tahan lama.
8. Gunakan Cat Dasar (Primer) Sebelum Cat Akhir
Untuk menyempurnakan hasil dari cara aci dinding yang sudah kering supaya tidak retak, sangat disarankan menggunakan cat dasar atau primer sebelum pengecatan akhir. Langkah ini sering diabaikan, padahal manfaatnya cukup besar.
Cat dasar berfungsi menutup pori-pori halus pada acian, meningkatkan daya lekat cat, serta membuat warna cat akhir lebih merata dan tahan lama. Selain itu, penggunaan primer juga dapat mengurangi risiko cat mengelupas atau belang.
Aplikasikan cat dasar secara tipis dan merata pada seluruh permukaan dinding, lalu biarkan mengering sesuai petunjuk produk.
Setelah itu, barulah lakukan pengecatan akhir sesuai warna yang diinginkan agar hasilnya terlihat lebih rapi dan profesional.
Itulah pembahasan lengkap mengenai 8 cara aci dinding yang sudah kering supaya hasil tidak retak yang bisa Property People terapkan saat membangun maupun merenovasi rumah.
Mulai dari persiapan bahan, pembersihan dinding, proses pengacian bertahap, hingga pengecatan, setiap langkah memiliki peran penting dalam menentukan kekuatan dan kerapian hasil akhir.
Dengan menerapkan teknik yang tepat dan tidak terburu-buru, dinding yang sudah lama kering tetap bisa diaci dengan hasil halus, kuat, dan tahan lama.
Tak hanya membuat tampilan rumah terlihat lebih rapi, cara ini juga membantu mencegah masalah umum seperti acian retak, cat mengelupas, hingga permukaan dinding yang bergelombang.
Jadi, sebelum memulai proses pengacian, pastikan Property People mengikuti setiap tahap dengan benar agar hasilnya maksimal dan tidak perlu perbaikan ulang di kemudian hari.
Semoga panduan ini bisa menjadi referensi praktis untuk mendapatkan dinding rumah yang lebih kokoh dan estetis.
Jika Property People merasa artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikannya kepada keluarga atau rekan yang sedang membangun rumah.
Temukan juga berbagai tips konstruksi, desain rumah, dan inspirasi renovasi lainnya hanya di artikel kami berikutnya.









