Cara Hitung Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai Yang Mudah dan Cepat

Cara Hitung Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai - Merenovasi rumah menjadi 2 lantai adalah langkah cerdas untuk menambah ruang tanpa harus membeli tanah baru. Banyak keluarga memilih solusi ini demi mendapatkan hunian yang lebih nyaman, fungsional, dan sesuai gaya hidup masa kini.

Hitung Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai

Umumnya, renovasi mulai diperlukan ketika usia bangunan sudah mencapai sekitar 10 tahun, atau lebih cepat bila mulai muncul kerusakan seperti atap bocor, dinding retak, instalasi listrik bermasalah, hingga lantai yang mengelupas.

Renovasi rumah 2 lantai juga sering dilakukan ketika kebutuhan ruang meningkat, misalnya karena bertambahnya anggota keluarga.

Sebelum memulai prosesnya, Anda perlu memahami bahwa renovasi membutuhkan perencanaan matang.

Pemilihan waktu yang tepat, pemilihan material, hingga perhitungan anggaran harus dilakukan secara detail agar biaya tidak membengkak di tengah jalan.

Bahkan untuk renovasi rumah sederhana sekalipun, perhitungan anggaran tetap wajib dilakukan sejak awal.

Bila Anda masih bingung bagaimana cara menyusun anggaran renovasi rumah 2 lantai, tenang saja. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah mulai dari cara menghitung biaya per meter, estimasi kebutuhan material, hingga tips menghindari pemborosan.

Selain itu, kami juga akan menjawab sejumlah pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh banyak orang saat merencanakan renovasi, seperti:

  • ✔ Bagaimana cara menghitung biaya renovasi rumah?
  • ✔ Berapa biaya renovasi rumah per meter?
  • ✔ Berapa lama proses renovasi rumah menjadi 2 lantai?

Semua penjelasan lengkapnya bisa Anda simak di bawah ini. Dengan mengikuti panduan ini, Anda bisa menghitung biaya renovasi rumah 2 lantai dengan mudah, cepat, dan tentunya lebih akurat.

Bagaimana Cara Hitung Biaya Renovasi Rumah

Sebelum memulai renovasi rumah 2 lantai, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memahami cara menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB). RAB berfungsi sebagai panduan keuangan agar proses renovasi berjalan lebih terarah, terkontrol, dan tidak melebihi budget yang sudah disiapkan.

Dengan menghitung RAB secara detail, Anda bisa mengetahui estimasi total biaya renovasi, mulai dari pengeluaran material bangunan, upah tukang, hingga biaya tambahan lain yang sering muncul selama proses pengerjaan.

Secara umum, ada tiga rumus dasar yang paling sering digunakan untuk menghitung biaya renovasi rumah, termasuk renovasi naik menjadi 2 lantai. Berikut penjelasannya:

1. Sistem Borongan All-in

Sistem Borongan All-in untuk renovasi rumah

Total Biaya = Harga Borongan All-in per m² × Luas Area yang Akan Direnovasi Metode ini cocok untuk Anda yang ingin hasil cepat dan praktis karena seluruh biaya material dan tenaga kerja sudah termasuk.

2. Sistem Tukang Harian

Sistem Tukang Harian

Total Biaya = Biaya Material + (Upah Tukang per Hari × Jumlah Hari Kerja) Cocok untuk proyek kecil atau renovasi tertentu yang membutuhkan fleksibilitas, namun harus lebih teliti mengatur waktu dan material agar biaya tidak boros.

3. Penambahan Luas untuk Lantai Baru

Penambahan Luas untuk Lantai Baru dalam renovasi rumah lantai 2

Total Biaya Tambahan = Luas Lantai Baru (m²) × Harga Borongan per m². Rumus ini sangat relevan untuk menghitung renovasi rumah menjadi 2 lantai, sekaligus menjawab pertanyaan populer: “Berapa biaya renovasi rumah per meter?”

Setelah memahami ketiga metode perhitungan di atas, kini Anda bisa mulai menghitung estimasi biaya renovasi rumah sesuai ukuran, luas bangunan, dan jumlah lantai yang ingin dibangun

Langkah tersebut akan sangat membantu dalam menentukan berapa total biaya renovasi rumah 2 lantai secara lebih akurat.

Estimasi Biaya Renovasi Sesuai Tipe Rumah

Estimasi Biaya Renovasi Sesuai Tipe Rumah

Sebelum menentukan budget renovasi, penting untuk memahami bahwa angka-angka yang ditampilkan dalam pembahasan ini merupakan estimasi kasar berdasarkan sistem borongan penuh, yang sudah mencakup biaya jasa tukang dan material.

Estimasi ini bisa digunakan sebagai gambaran awal untuk mengetahui berapa besar biaya renovasi rumah yang perlu Anda siapkan, terutama jika berencana membangun rumah menjadi 2 lantai.

Perlu diperhatikan bahwa daftar harga komponen yang disertakan pada tabel hanyalah acuan harga satuan material atau pekerjaan.

Angka tersebut bukan perhitungan utama untuk menentukan total biaya borongan per meter persegi. 

Dengan kata lain, fungsi tabel harga adalah sebagai pedoman agar Anda bisa memahami kisaran harga material yang biasanya digunakan dalam proses renovasi.

Dengan mengacu pada estimasi dan tabel harga tersebut, Anda dapat menghitung kebutuhan dana lebih akurat sesuai tipe rumah, luas bangunan, serta tingkat kerumitan renovasi yang akan dilakukan.

Cara ini dapat membantu Anda merencanakan renovasi rumah 2 lantai dengan lebih cepat, efisien, dan terukur.

Perhitungan Renovasi Rumah Tipe 36

Rumah tipe 36 merupakan salah satu tipe hunian paling populer di Indonesia, umumnya berdiri di atas lahan seluas 60 hingga 72 meter persegi.

Contohnya bisa ditemukan di berbagai kompleks perumahan modern seperti Graha Palem Asri dan banyak kawasan perumahan lainnya.

Banyak pemilik rumah tipe 36 memilih melakukan renovasi sekaligus menambah lantai untuk mendapatkan ruang tambahan tanpa harus pindah rumah. 

Renovasi rumah 2 lantai menjadi pilihan yang ideal karena mampu memaksimalkan lahan kecil menjadi hunian yang lebih lega dan nyaman.

Untuk membantu Anda memahami berapa kisaran biaya yang di butuhkan, berikut estimasi biaya renovasi rumah tipe 36 ketika dilakukan penambahan lantai. Perhitungan ini dapat menjadi gambaran awal sebelum Anda membuat RAB yang lebih rinci.

Daftar Harga Komponen Renovasi Rumah 2 Lantai

Untuk mempermudah proses perencanaan anggaran, berikut adalah daftar kisaran harga berbagai komponen penting yang biasa digunakan dalam renovasi rumah 2 lantai.

Harga ini dapat dijadikan acuan awal sebelum menyusun RAB lengkap, mulai dari pekerjaan struktur, finishing, hingga instalasi.

Item PekerjaanKisaran HargaSatuan
Dak rumah dengan beton ready mix K225Rp820.000 – Rp845.000per meter persegi
Pemasangan dinding hebel 10 cmRp65.000per meter persegi
Plester dan acian instanRp55.000per meter persegi
Struktur kolom 15×15 6D13 (3,8 meter)Rp4.900.000per meter kubik
Struktur balok 15×20 6D10 (2,6 meter)Rp4.900.000per meter kubik
Struktur sloof 15×20 6D10 (2,6 meter)Rp4.900.000per meter kubik
Pekerjaan pondasi lantaiRp2.300.000per meter persegi
Pemasangan lantai (keramik + perekat + nat)Rp210.000per meter persegi
Rangka hollow dan plafon gypsumRp135.000per meter persegi
Rangka atap baja ringanRp150.000per meter persegi
Pengecatan dinding interiorRp1.200.000per unit/kaleng
Instalasi listrik dan panelRp1.500.000per titik/unit
Instalasi plumbing dan sanitasiRp1.300.000per titik/unit

Tabel ini dapat menjadi acuan awal sebelum Anda menentukan total kebutuhan biaya renovasi. Harga dapat berbeda tergantung lokasi, kualitas material, dan kompleksitas pekerjaan, sehingga perhitungan lebih detail tetap diperlukan untuk mendapatkan estimasi yang akurat.

Jika luas bangunan lantai dua adalah 36 m², maka estimasi biaya renovasi rumah 2 lantai berada di kisaran Rp126.000.000 hingga Rp144.000.000. Angka ini setara dengan biaya borongan penuh sekitar Rp3,5 juta–Rp4 juta per m², sesuai standar borongan umum untuk pembangunan lantai tambahan.

Perhitungan tersebut menggunakan acuan material standar yang banyak dipakai pada rumah tinggal. Struktur pondasi biasanya memanfaatkan batu kali, sementara dinding memakai bata merah atau bata ringan sesuai kebutuhan.

Untuk area lantai, material yang direkomendasikan adalah granit ukuran 60×60 cm karena tampilannya lebih rapi, tahan lama, dan cocok untuk renovasi rumah bertingkat.

Sedangkan pada bagian atap, Anda bisa memilih genteng tanah liat berkualitas sebagai opsi yang kuat, tidak mudah panas, serta cocok untuk hunian dua lantai.

Dengan memahami estimasi biaya dan jenis material yang digunakan, Anda bisa lebih mudah merencanakan anggaran renovasi rumah dua lantai secara tepat, aman, dan tanpa risiko pembengkakan biaya.

Perhitungan Renovasi Rumah Tipe 45

Rumah tipe 45 menjadi salah satu pilihan favorit keluarga Indonesia karena ukurannya yang lebih lega dibanding tipe 36, namun tetap efisien untuk lahan terbatas. Umumnya, rumah tipe ini berdiri di atas lahan 60 hingga 72 meter persegi.

Jika dilakukan renovasi menjadi rumah 2 lantai, luas bangunan dapat bertambah hingga sekitar 90 m², memberikan ruang tambahan yang nyaman tanpa harus membeli lahan baru.

Berikut ini adalah estimasi biaya renovasi rumah tipe 45, khusus untuk renovasi sederhana dan penambahan lantai. Perhitungan ini bisa menjadi panduan awal sebelum membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang lebih detail.

Item PekerjaanKisaran HargaSatuan
Dak rumah dengan beton ready mix K225Rp820.000 – Rp845.000per meter persegi
Pemasangan dinding hebel 10 cmRp65.000per meter persegi
Plester dan acian instanRp55.000per meter persegi
Struktur kolom 15×15 6D13 (3,8 meter)Rp4.900.000per meter kubik
Struktur balok 15×20 6D10 (2,6 meter)Rp4.900.000per meter kubik
Struktur sloof 15×20 6D10 (2,6 meter)Rp4.900.000per meter kubik
Pekerjaan pondasi lantaiRp2.300.000per meter persegi
Pemasangan lantai (keramik, perekat, nat)Rp210.000per meter persegi
Rangka hollow dan plafon gypsumRp135.000per meter persegi
Rangka atap baja ringanRp150.000per meter persegi
Cat dinding interiorRp1.200.000per unit/kaleng
Cat dinding plafonRp300.000per unit/kaleng
Instalasi listrik dan panelRp1.500.000per titik/unit
Instalasi plumbing dan sanitasiRp1.300.000per titik/unit

Berdasarkan tabel di atas, estimasi biaya renovasi rumah tipe 45 dari 1 lantai menjadi 2 lantai pada tahun 2024 adalah sekitar Rp157.000.000 hingga Rp180.000.000, tergantung kualitas material dan lokasi proyek.

Perhitungan Renovasi Rumah Tipe 72

Setelah mengetahui estimasi biaya renovasi rumah tipe 36 dan 45, kini saatnya membahas rumah tipe 72. Rumah tipe ini menawarkan luas yang lebih besar, sehingga cocok untuk keluarga yang membutuhkan lebih banyak ruang.

Rumah tipe 72 biasanya memiliki tiga kamar tidur, ruang tamu (living room), dapur, serta area tambahan seperti ruang keluarga atau area servis yang lebih lapang. Selain itu, pemilik rumah juga memiliki opsi menambahkan taman belakang untuk kenyamanan hunian.

Umumnya, rumah tipe 72 berdiri di atas lahan minimal 100 meter persegi, misalnya 144 meter persegi. Untuk panjang dan lebar bangunan, salah satu ukuran yang sering ditemui adalah 6×12 meter untuk 2 lantai.

Perhitungan biaya renovasi rumah tipe 72, baik untuk 1 lantai maupun 2 lantai, prinsipnya sama seperti tipe sebelumnya. Anda cukup mengacu pada tabel harga material dan jasa yang telah disediakan sebelumnya, kemudian mengalikan dengan luas bangunan yang ingin direnovasi.

Dengan memahami estimasi biaya dan rincian komponen renovasi, Anda dapat merencanakan anggaran rumah tipe 72 secara lebih tepat, aman, dan efisien, tanpa risiko pembengkakan biaya di tengah proyek.

Estimasi Biaya Renovasi Per Ruangan

Sebagai acuan, biaya renovasi rumah secara menyeluruh biasanya setara dengan membangun hunian baru, yakni berkisar antara Rp2.500.000 hingga Rp4.000.000 per meter persegi. Besaran biaya sangat dipengaruhi oleh kualitas material dan tingkat kesulitan pekerjaan.

Jika anggaran terasa berat, Anda bisa memilih strategi renovasi bertahap, fokus pada bagian tertentu terlebih dahulu. Misalnya, memprioritaskan renovasi bagian depan rumah, kamar tidur, dapur, atau perabot kamar mandi sesuai kebutuhan dan urgensi.

Berikut ini adalah perkiraan estimasi biaya renovasi rumah per ruangan, yang dapat menjadi panduan awal dalam merencanakan anggaran:

Biaya Renovasi Kamar Tidur

Lingkup Pekerjaan Estimasi Biaya Keterangan
Kamar tidur 3×4 di lantai dua (dengan konstruksi baru) Mulai dari Rp5.000.000 / m² Biaya sudah mencakup pembangunan struktur plat lantai beton dan atap baru.
Kamar tidur 3×4 di area yang sudah memiliki lantai, plafon, dan atap Mulai dari Rp2.500.000 / m² Hanya dilakukan renovasi dinding, pintu, dan jendela, termasuk finishing dan partisi.
Renovasi kamar tidur 3×4 pada area void lantai dua Rp3.500.000 / m² Diperlukan pembangunan plat beton tambahan, dinding, dan bukaan baru.

Estimasi Biaya Renovasi Ruang Tamu dan Kamar Mandi

Renovasi ruang tamu dan kamar mandi bisa menjadi fokus awal jika anggaran terbatas, namun tetap memberikan hasil yang signifikan pada kenyamanan hunian. Berikut perkiraan biaya renovasi untuk kedua area ini:

Item Biaya Estimasi Nominal Keterangan
Biaya Konstruksi Rp4.499.000 Meliputi pengecatan, perbaikan dinding minor, atau pemasangan wallpaper/panel sederhana.
Biaya Dekorasi Rp3.380.000 Meliputi pembelian gorden, sofa, meja, karpet, atau elemen dekoratif lainnya.
Biaya Tenaga Kerja Rp2.100.000 Dihitung berdasarkan 2 orang tukang x 7 hari x Rp150.000/hari.
Total Estimasi Rp9.979.000 Merupakan total biaya renovasi ruang tamu dan kamar mandi secara keseluruhan.

Dengan mengetahui estimasi biaya renovasi per ruangan, Anda dapat merencanakan anggaran lebih matang, menyesuaikan kualitas material, dan menentukan prioritas pekerjaan agar proyek renovasi rumah 2 lantai berjalan efisien tanpa pembengkakan biaya.

Estimasi Biaya Renovasi Dapur

Renovasi dapur menjadi salah satu prioritas utama dalam rumah karena berperan sebagai area fungsional sekaligus tempat berkumpul keluarga. Berikut estimasi biaya renovasi dapur beserta komponen materialnya:

Item Pekerjaan Estimasi Biaya Satuan Keterangan
Kabinet Atas Rp2.800.000 Material HPL, Cat Duco, atau Plywood (per meter lari/unit)
Kabinet Bawah Rp2.800.000 Material HPL, Cat Duco, atau Plywood (per meter lari/unit)
Top Table Rp1.500.000 Material marmer atau granit (per meter lari/persegi)
Backsplash (Keramik Dinding) Rp300.000 Ubin mozaik atau keramik standar
Ganti Wastafel (Bak Cuci Piring) Rp350.000 Stainless steel standar
Cat Dinding Lateks Rp300.000 -
Subtotal (Material & Komponen) Rp8.050.000 Belum termasuk biaya jasa pemasangan kabinet

Dengan mengetahui rincian biaya material, Anda bisa menyesuaikan budget renovasi dapur sesuai kebutuhan dan kualitas material yang diinginkan. Strategi ini membantu mengontrol pengeluaran agar proyek renovasi rumah 2 lantai tetap efisien dan terencana.

Estimasi Biaya Renovasi Kamar Mandi

Renovasi kamar mandi termasuk bagian penting dari rumah karena berhubungan langsung dengan kenyamanan dan kebersihan. Berikut adalah rincian perkiraan biaya renovasi kamar mandi yang bisa dijadikan panduan:

Item Pekerjaan Estimasi Biaya Satuan Keterangan
Keramik Dinding Rp1.500.000 Untuk luas tertentu, misalnya 3 m² x 2 m²
Keramik Lantai Rp150.000 Untuk luas tertentu
Cat Dinding Rp300.000 Biaya cat lateks
Semen Rp350.000 Termasuk perekat keramik dan nat
Shower Rp450.000 Unit shower standar
Kloset Duduk Rp700.000 Unit kloset duduk standar
Cermin Rp150.000 -
Gantungan Handuk & Tempat Sabun Rp280.000 Rp130.000 + Rp150.000
Upah Tukang Rp2.100.000 2 orang x 7 hari x Rp150.000/hari
Total Estimasi Rp5.980.000 Total keseluruhan renovasi kamar mandi

Dengan mengetahui estimasi biaya ini, Anda bisa merencanakan renovasi kamar mandi secara tepat, menyesuaikan kualitas material dan tenaga kerja, sehingga proyek renovasi rumah 2 lantai tetap efisien dan sesuai anggaran.

Biaya Renovasi Rumah yang Wajib Diperhitungkan

1. Biaya Jasa dan Material

Salah satu langkah penting dalam merencanakan renovasi rumah adalah menghitung biaya jasa dan material.

Dalam memperhitungkan kedua komponen ini, Anda bisa menghindari kebingungan saat membeli material bangunan satu per satu dan memastikan anggaran tetap terkendali.

Untuk renovasi rumah dengan skala menengah hingga besar pada tahun 2024, estimasi biaya renovasi per meter persegi berkisar antara Rp2.500.000 hingga Rp4.000.000 per m².\

Angka initersebut, sudah termasuk dengan memperhitungkan kualitas material standar dan upah tenaga kerja profesional.

Dengan memahami estimasi biaya jasa dan material ini sejak awal, perencanaan renovasi rumah 2 lantai menjadi lebih mudah, efisien, dan bebas dari risiko pembengkakan anggaran yang sering terjadi di tengah proyek.

2. Biaya Tenaga Kerja Renovasi Rumah

Renovasi rumah, baik sederhana maupun mewah, membutuhkan tenaga kerja yang profesional agar hasilnya maksimal. Salah satu komponen biaya yang wajib diperhitungkan adalah biaya tenaga kerja.

Dalam praktiknya, Anda bisa memilih antara beberapa sistem pembayaran tenaga kerja:

2.1. Borongan Harian:

Per pekerja dikenakan tarif sekitar Rp125.000–150.000 per hari. Sistem ini fleksibel untuk proyek kecil, namun durasi pengerjaan yang lebih lama berpotensi memperbesar total biaya karena keterlambatan.

2.2 Borongan Jasa:

Perhitungan biaya didasarkan pada luas bangunan yang direnovasi, biasanya berkisar Rp1.000.000–1.500.000 per m². Kelebihan sistem ini adalah biaya tidak terpengaruh lama pengerjaan, sehingga risiko pembengkakan anggaran akibat kemoloran proyek dapat dihindari.

2.3. Borongan Penuh:

Biasanya mencakup seluruh biaya tenaga kerja dan material, sehingga pemilik rumah tidak perlu repot menghitung masing-masing komponen. Sistem ini cocok untuk proyek renovasi rumah 2 lantai yang lebih besar dan kompleks.

Dengan memahami berbagai sistem tenaga kerja ini, Anda dapat memilih metode yang paling efisien sesuai anggaran dan skala renovasi, sehingga proyek renovasi rumah 2 lantai berjalan lebih lancar, tepat waktu, dan biaya tetap terkendali.

3. Biaya Lainnya yang Perlu Diperhitungkan

Selain biaya material dan tenaga kerja, ada baiknya Anda menyiapkan anggaran tambahan untuk hal-hal tak terduga selama proses renovasi rumah. Biaya ini penting agar proyek tetap berjalan lancar tanpa gangguan finansial.

Perubahan biaya bisa terjadi karena beberapa faktor, antara lain:

  • Kenaikan harga material
  • Penambahan ornamen atau finishing
  • Kebutuhan tak terduga lainnya

Sebagai acuan, estimasi biaya tambahan ini sebaiknya minimal 10% dari total perkiraan biaya renovasi.

Cara Mengatur Bujet untuk Renovasi Rumah

Mengelola bujet renovasi rumah menjadi dua lantai bisa terasa menantang, namun dengan perencanaan yang tepat, biaya bisa lebih efisien tanpa mengurangi kualitas hasil. Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:

1. Buat skala prioritas

Tentukan bagian rumah mana yang paling mendesak direnovasi terlebih dahulu agar anggaran digunakan secara optimal.

2. Lakukan sebagian pekerjaan sendiri

Misalnya mengecat dinding atau merapikan area kecil, sehingga dapat mengurangi biaya tenaga kerja.

3. Gunakan jasa pemborong profesional

Pilih kontraktor tepercaya dan jangan lupa membuat surat perjanjian kontrak kerja untuk menghindari masalah di tengah proyek.

4. Pilih material alternatif berkualitas terjangkau

Jika anggaran terbatas, Anda tetap bisa mendapatkan hasil maksimal dengan material yang lebih ekonomis namun tetap tahan lama.

Dengan menerapkan tips di atas, Anda bisa lebih mudah mengatur bujet renovasi rumah 2 lantai, mulai dari perhitungan biaya per ruangan, tenaga kerja, material, hingga biaya tambahan tak terduga. 

Perencanaan yang matang akan membuat proyek renovasi lebih lancar, efisien, dan sesuai dengan anggaran yang tersedia.

Demikian panduan lengkap mengenai cara menghitung biaya renovasi rumah menjadi dua lantai, mulai dari estimasi per ruangan hingga tips mengatur bujet agar proyek berjalan efisien dan sesuai anggaran.