Inilah, RAJA TERAKHIR HP Samsung yang Bikin HP Lain Minder!

Julukan RAJA TERAKHIR HP Samsung akhirnya menemukan maknanya. Bukan sekadar flagship mahal atau HP lipat biasa, melainkan sebuah konsep ekstrem yang menunjukkan seberapa jauh kemampuan Samsung dalam dunia smartphone.

Samsung Galaxy Z Trifold dijuluki raja terakhir HP Samsung dengan desain lipat tiga futuristik

Di saat banyak produsen sibuk bermain aman dengan peningkatan minor, Samsung justru melangkah lebih jauh.

Mereka menghadirkan sebuah perangkat yang bukan hanya mencuri perhatian, tetapi juga memancing diskusi besar soal masa depan HP lipat.

HP tersebut adalah Samsung Galaxy Z Trifold, perangkat lipat tiga yang disebut Gadgetin sebagai “Raja Terakhir Galaxy”. Bukan karena akan dijual bebas, tapi karena inilah puncak inovasi Samsung saat ini.

Galaxy Z Trifold bukan diciptakan untuk mengejar angka penjualan, melainkan sebagai etalase kekuatan teknologi Samsung.

Sebuah pernyataan tegas bahwa jika berbicara soal layar lipat dan produktivitas mobile, Samsung masih berada di level teratas.

Buat Sobat yang sudah terima bayaran, karena sudah menyelesaikan pekerjaan pemasangan Plafon PVC Ruang Tamu, maka bisa mencoba membeli hp si raja terakhir ini.

Tetapi jika dana tidak mencukupi atau hanya ada Budget 2 Jutaan ingin Dapat HP Samsung Apa Saja, silahkan dicoba cari tahu rekomendasinya.

Raja Terakhir Galaxy!

Galaxy Z Trifold bukan HP untuk semua orang. Ini, adalah simbol yang mana  Samsung seakan berkata, “Kalau kami mau, kami bisa bikin sejauh ini.

Karena itulah, julukan Raja Terakhir terasa pas di berikan pada hp Samsung Galaxy Z Trifold dan ini bukan soal penjualan, tapi soal unjuk kekuatan teknologi.

Maka dari itu segeralah membelinya, setelah sobat selesai mendesain ruang keluarga minimalis modern terbaru dan sudah menerima upahnya.

Kilas Balik soal Huawei Mate XT

Sebelum Samsung berkibar, dunia sempat di kejutkan dengan Huawei Mate XT, HP lipat tiga yang lebih dulu muncul.

Namun, kehadiran Galaxy Z Trifold menunjukkan bahwa Samsung tidak sekadar ikut-ikutan. Mereka datang dengan pendekatan yang berbeda, lebih matang, dan terasa lebih siap dari sisi penggunaan.

Samsung Lebih Keras

Salah satu kesan kuat dari Galaxy Z Trifold adalah rasa kokohnya. Engsel, rangka, dan struktur lipatnya terasa lebih “berani”.

Samsung tampaknya, ingin sekali membuktikan bahwa HP lipat tiga bukan cuma hanya konsep rapuh seata, melainkan bisa juga dibuat lebih solid dan meyakinkan.

Teknik Lipatnya BEDA

Nah, ini adalah bagian paling menarik. Galaxy Z Trifold ternyata tidak melipat seperti HP lipat pada umumnya.

Samsung menggunakan teknik lipat yang berbeda, sehingga saat di buka penuh, layarnya terasa lebih natural seperti satu bidang besar, bukan sekadar gabungan panel.

Di sinilah Samsung benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai pemain lama dalam dunia layar lipat melipat.

Sisi Minus Trifold

Dan tentu saja, tidak ada perangkat yang sempurna. Galaxy Z Trifold juga ternyata punya sisi minus atau kekurangannya.

Ukuran, kompleksitas engsel, serta potensi durabilitas jangka panjang masih menjadi tanda tanya. Sehingga di rasa wajar, mengingat ini adalah bukan produk massal.

Dan Samsung sendiri tampaknya sangat menyadari hal ini atau merasa sadar betul akan keterbatasan ini.

Dimensi Masuk Akal

Menariknya lagi, meski terlihat ekstrem ternyata dimensi Galaxy Z Trifold masih tergolong masuk akal.

Saat di lipat, ukurannya masih bisa di pegang. Saat dibuka penuh, barulah terasa “wah” dan benar-benar berubah menjadi perangkat produktivitas.

Inilah yang membuat Trifold terasa lebih realistis dibanding konsep-konsep futuristik lainnya.

Samsung DeX!

Satu fitur yang membuat Galaxy Z Trifold makin pantas disebut sebagai Raja Terakhir adalah Samsung DeX.

Dengan layar super besar dan dukungan DeX, HP ini bisa berubah fungsi menjadi layaknya komputer mini.

Multitasking, kerja dokumen, hingga presentasi juga jadi sangat memungkinkan. Nah, di titik inilah batas antara HP, tablet, dan PC mulai kabur.

Spesifikasi Galaxy Z Trifold

Meski bukan fokus utama, spesifikasi Galaxy Z Trifold tetap kelas atas.

Performa flagship, layar lipat premium, dan sistem operasi terbaru menjadi fondasi dari HP eksperimental ini.

Samsung tidak setengah-setengah. Trifold benar-benar dibuat sebagai etalase teknologi.

Soal Charger, Samsung Bisa Kok

Menariknya, Samsung sebenarnya bisa saja menyertakan charger.

Artinya, keputusan tidak menyertakan charger di HP komersial bukan karena tidak mampu, tapi lebih ke strategi dan kebijakan.

Di Trifold, Samsung seolah ingin menunjukkan, “Kalau mau lengkap, kami bisa.”

Lebih Bisa Dipakai, Tapi Tidak Bisa Dibeli

Inilah penutup yang paling menarik. Galaxy Z Trifold terasa lebih siap dipakai dibanding konsep HP lipat tiga lainnya.

Namun sayangnya, HP ini memang tidak dijual bebas. Ia hadir sebagai penanda era, bukan produk pasar.

Dan mungkin itulah alasan kenapa Galaxy Z Trifold layak disebut RAJA TERAKHIR HP Samsung.

Kesimpulan

Samsung Galaxy Z Trifold bukan HP untuk dibeli, melainkan HP untuk di tunjukkan.

Ia adalah simbol puncak inovasi Samsung, bukti bahwa mereka masih memimpin dalam urusan layar lipat dan produktivitas mobile.

Sebuah Raja yang mungkin tidak turun ke pasar, tapi cukup membuat HP lain minder.

Itulah ulasan tentang RAJA TERAKHIR HP Samsung yang Bikin HP Lain Minder yang dapat kami informasikan, semoga bermanfaat.