6 Jenis Alat Ukur Tanah Biasa dipakai di Indonesia

Penting untuk memahami berbagai jenis alat ukur tanah yang akan kita sertai dengan fungsi dan cara penggunaannya agar tepat dalam perhitungan guna menghindari kesalahan, dimana ini biasa di gunakan di Indonesia.

Dalam proyek konstruksi, pengukuran tanah dilakukan sebelumnya oleh para pekerja. Langkah ini penting karena hasil pengukuran tanah akan mempengaruhi desain dan penataan bangunan.

Oleh karena itu, untuk mengurangi kesalahan dalam pengukuran, pemahaman mengenai berbagai alat ukur tanah dan fungsinya sangatlah penting.

Dikutip dari buku Alat Ukur Tanah karya Andi Ibrahim dkk, pengukuran tanah merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengubah bentuk permukaan bumi yang tidak rata menjadi bentuk datar pada peta, sehingga penggunaannya membutuhkan alat yang sesuai.

Alat-alat pengukur tanah ini bervariasi, ada yang sederhana dan ada pula yang menggunakan teknologi mutakhir.

Maka dari itu dalam klasifikasi jenisnya, alat-alat pengukur tanah dapat di bedakan menjadi alat sederhana, alat optik, dan alat elektronik.

Selain itu, tingkat kesulitan penggunaan alat-alat ini juga beragam, mulai dari yang mudah hingga yang sangat kompleks.

Baca Juga: Arti Mimpi Hamil Sekian Bulan Menurut Berbagai Tafsir

Jenis Alat Ukur Tanah

Berikut dibawah inilah macam jenis alat ukur tanah yang bisa dipergunakan sesuai dengan fungsi yang di inginkan serta pilihan dalam penggunaan yang mana yang tepat dan sesuai.

1. Alat Ukur Sudut (Theodolit)

alat ukur theodolit

Theodolit merupakan salah satu jenis alat pengukur yang pertama, biasa di pergunakan saat menentukan ketinggian tanah dengan mengukur sudut vertikal dan horizontal.

Alat ukur sudut atau yang biasa lebih dikenal dengan naman alat theodolit yang merupakan alat ukur jenis optik ini memiliki tiga jenis diantaranya, adalah:

  • reterasi
  • repetisi
  • dan elektro-optis

Fungsi theodolit itu sendiri meliputi, yakni : untuk pengukuran poligon, pemetaan kondisi lapangan, dan pengamatan posisi matahari.

Dalam konteks konstruksi bangunan, theodolit berguna dalam menentukan sudut siku-siku pada fondasi dan mengukur tinggi bangunan.

Dalam cara pengunaanya, pertama-tama pastikan tripod diletakkan pada permukaan datar dan kencangkan sekrup pengunci di kaki-kaki tripod.

Selanjutnya, sesuaikan nivo sehingga sumbu I berada dalam posisi vertikal, dan atur nivo di tabung agar sumbu II berada pada posisi horizontal.

2. Total Station

alat ukur total station

Total Station merupakan perkembangan elektronik dari theodolit yang digunakan untuk pengukuran tanah.

Alat ini dapat melakukan pengukuran jarak dan sudut secara elektronik dengan memanfaatkan reflektor sebagai target, menggantikan penggunaan rambu ukur.

Umumnya, Total Station perlu terhubung dengan komputer atau laptop untuk memudahkan penggunaannya.

Fungsinya mencakup penghitungan jarak, koordinat titik, arah, dan perbedaan ketinggian secara elektronik.

3. Alat Ukur Jenis Waterpas

alat ukur waterpass

Seperti halnya theodolit, waterpas juga termasuk dalam kategori alat ukur optik, biasa di pergunakan untuk mengukur perbedaan tinggi antara titik-titik.

Cara Penggunaannya di mulai dengan menempatkan waterpas dalam posisi yang optimal, idealnya dengan menggunakan tripod dan menjaga agar waterpas tetap stabil.

Setelah itu, atur sumbu I agar vertikal dan sumbu II agar horizontal dengan mengatur sekrup penyeimbang nivo.

Selanjutnya, letakkan gelembung nivo di tengah lingkaran untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat.

4. Alat Ukur Jenis Kompas

alat ukur kompas

Jenis alat ukur yang satu ini, yakni kompas dapat dikatakan sebagai alat pengukur yang sudah umum di kenal oleh banyak orang.

Ya, kompas adalah alat yang terdiri dari jarum magnet dan lingkaran skala! Jarum magnet terbuat dari besi atau magnet yang dipasang pada sumbu di tengah lingkaran, sehingga dalam posisi datar, jarum dapat bergerak secara horizontal.

Fungsi alat ini (kompas), sebagai alat pengukur tanah adalah untuk menentukan arah mata angin yang penting dalam pengukuran bidang.

Untuk menggunakan kompas, Anda perlu memegangnya dan memastikan kompas tetap dalam posisi datar agar jarum dapat bergerak dengan bebas.

5. Alat Ukur Jenis Klinometer

klinometer

Salah satu jenis alat ukur tanah yang paling sederhana dan biasa sering di pergunakan, ialah klinometer.

Ya, Klinometer biasa di pergunakan dalam mengukur sudut elevasi antara garis horizontal dan garis yang menghubungkan titik observasi dengan titik puncak objek.

Dengan menggunakan klinometer, Anda dapat menentukan sudut elevasi saat mengukur ketinggian objek.

Agar pengukuran yang akurat di sarankan untuk di lakukan oleh dua orang, di mana Orang pertama bertanggung jawab memegang dan mengamati alat. Sementara orang kedua mencatat sudut yang terbaca dan hasil pengamatan.

6. Alat Ukur Jenis Meteran Rol

meteran rol

Meteran rool ini juga merupakan salah satu jenis alat ukur tanah yang terbilang sederhana dan umum di pergunakan oleh banyak orang di Indonesia

Bentuk meteral rol ini mirip pita yang telah di panjangkan sesuai dengan jumlah meter bisa di pilih sesuai kebutuhan.

Beberapa orang menyebutnya sebagai rol meter oleh karena dapat di gulung saat tidak di gunakan.

Adapaun fungsi dari meteran rol ini, ialah untuk mengukur panjang dan jarak menggunakan satuan metrik seperti milimeter (mm), sentimeter (cm), dan meter (m).

Dalam penggunaannya, cukup dengan membentangkan meteran dari satu titik ke titik lainnya. Agar hasil pengukuran lebih akurat, disarankan untuk di lakukan oleh dua orang.

Itulah info berita yang masih berkaitan dengan desain rumah yang dapat kami laporkan, yakni tentang 6 Jenis Alat Ukur Tanah Yang Biasa Di Gunakan di Indonesia. Semoga bermanfaat..!!

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More