Pengertian dan Pentingnya Validasi BPHTB dalam Transaksi Properti 2026
Validasi BPHTB adalah tahap wajib yang harus dilalui setelah pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan dalam setiap transaksi properti di tahun 2026.
Banyak pembeli rumah beranggapan bahwa kewajiban pajak sudah selesai begitu pembayaran BPHTB dilakukan melalui bank atau sistem billing.
Namun kenyataannya, tanpa proses validasi, pembayaran tersebut belum tercatat secara resmi dalam administrasi pemerintah daerah.
Akibatnya, proses balik nama sertifikat di Kantor Pertanahan tidak bisa diproses lebih lanjut.
Sejak 2026, sistem Badan Pendapatan Daerah telah terhubung langsung dengan sistem Kementerian ATR/BPN, sehingga validasi menjadi syarat utama dalam setiap peralihan hak atas tanah dan bangunan.
Sebelum berlanjut, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu tentang Penjelasan Lengkap BPHTB dan Dasar Hukum serta Cara Perhitungan di situs harian properti ini.
Apa Itu Validasi BPHTB dan Fungsinya
Validasi BPHTB merupakan proses pemeriksaan dan pengesahan pembayaran pajak daerah oleh Badan Pendapatan Daerah untuk memastikan dana benar-benar masuk ke kas daerah serta sesuai dengan data objek pajak.
Dalam tahap ini, pemerintah daerah menilai kesesuaian nilai transaksi, identitas pihak yang terlibat, dan status pajak properti.
Tanpa validasi resmi, dokumen penting seperti Akta Jual Beli dan pengajuan balik nama sertifikat dapat tertunda.
Dengan demikian, validasi berperan sebagai penghubung antara pembayaran pajak dan pengakuan hukum atas kepemilikan properti.
Alur Proses Validasi BPHTB Online 2026
Proses validasi BPHTB di tahun 2026 dirancang untuk mengurangi tatap muka sekaligus mempercepat layanan.
Secara umum, alurnya adalah sebagai berikut:
- Pembayaran BPHTB dilakukan melalui bank atau kanal resmi menggunakan kode billing.
- Wajib pajak menyerahkan seluruh dokumen kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).
- PPAT mengajukan permohonan validasi lewat portal e-BPHTB pemerintah daerah.
- Data transaksi dan dokumen pendukung diinput ke dalam sistem.
- Sistem melakukan verifikasi administratif serta pencocokan dengan NJOP dan data pasar.
- Jika diperlukan, petugas Bapenda dapat melakukan klarifikasi atau pemeriksaan lapangan.
- Setelah disetujui, pejabat berwenang memberikan tanda tangan elektronik.
- SSPD BPHTB yang telah divalidasi diterbitkan lengkap dengan QR Code resmi.
- QR Code tersebut berfungsi sebagai bukti sah pengganti cap manual.
Syarat Dokumen Wajib untuk Validasi BPHTB Online
Dalam proses validasi BPHTB, jenis dokumen yang diminta umumnya serupa meskipun setiap daerah memiliki sistem portal yang berbeda.
Adapun dokumen apa saja yang harus dipersiapkan untuk transaksi jual beli, adalah sebagai berikut:
1. Dokumen untuk transaksi jual beli
- SSPD BPHTB yang memuat kode billing dan NTPN.
- KTP dan NPWP pembeli serta penjual.
- Sertifikat hak atas tanah (SHM, SHGB, atau Hak Pakai).
- Draf Akta Jual Beli dari PPAT atau risalah lelang.
- Bukti pelunasan PBB tahun berjalan.
- Bukti pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) penjual.
2. Dokumen tambahan untuk waris atau hibah:
- Surat Keterangan Waris yang telah dilegalisir pejabat berwenang.
- Akta kematian pemberi waris.
- Kartu Keluarga sebagai bukti hubungan ahli waris.
Seluruh dokumen harus diunggah dalam bentuk hasil pindai yang jelas dan sesuai dengan dokumen asli.
Dasar Hukum dan Ketentuan Nasional Validasi BPHTB
Pelaksanaan validasi BPHTB pada tahun 2026 mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.
Beberapa ketentuan nasional yang berlaku meliputi:
- Tarif maksimal BPHTB sebesar 5 persen.
- NPOPTKP minimal nasional Rp80 juta untuk kepemilikan pertama.
- NPOPTKP minimal Rp300 juta untuk perolehan melalui waris atau hibah wasiat.
- Setiap pemerintah daerah wajib menyediakan layanan e-BPHTB.
Aturan ini dibuat untuk meningkatkan transparansi dan kepastian hukum dalam transaksi properti.
Biaya dan Estimasi Waktu Validasi BPHTB
Proses validasi BPHTB tidak dikenakan biaya tambahan oleh pemerintah daerah.
Wajib pajak hanya membayar BPHTB sesuai perhitungan yang berlaku.
Jika dokumen lengkap dan nilai transaksi dinilai wajar, validasi online biasanya selesai dalam satu hingga tiga hari kerja.
Waktu penyelesaian dapat lebih lama apabila diperlukan klarifikasi tambahan atau pemeriksaan lapangan.
Kesalahan Umum yang Menyebabkan Validasi Ditolak
Dalam praktiknya, penolakan validasi BPHTB lebih sering terjadi karena kesalahan administratif, bukan karena pajak belum dibayar.
Beberapa penyebab yang sering ditemukan antara lain:
- NIK pembeli belum sinkron dengan data Dukcapil.
- Masih ada tunggakan PBB tahun sebelumnya.
- Nilai transaksi dianggap terlalu rendah dibanding harga pasar.
- Dokumen pindai buram, terpotong, atau tidak lengkap.
Menghindari kesalahan-kesalahan tersebut dapat mempercepat proses validasi secara signifikan.
Contoh BPHTB yang Sudah Divalidasi
Dengan memahami prosedur dan persyaratan validasi BPHTB secara menyeluruh, proses peralihan hak atas properti dapat berjalan lebih lancar tanpa hambatan administratif.
Validasi bukan sekadar formalitas, melainkan tahap penting yang memastikan pembayaran pajak diakui secara resmi dan memberikan kepastian hukum bagi pemilik baru.
Oleh karena itu, pastikan seluruh dokumen telah lengkap, data diinput dengan benar, dan setiap tahapan diikuti sesuai ketentuan yang berlaku agar transaksi properti di tahun 2026 dapat diselesaikan dengan cepat, aman, dan sah secara hukum.




